1. *WASIAT BERHARGA ASY-SYAIKH AL-‘UTSAIMIN TENTANG PEDOMAN BAGI SEORANG DALAM KEGIATANNYA LSEHARI-HARI*

Oleh / DhQ 24 1437 / Wasiat

*BAGIAN 1*

Wasiat indah dari asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin kepada salah seorang murid beliau ketika bertanya kepada syaikh tentang pedoman seseorang menjalani kegiatan keseharian dalam kehidupannya.

Engkau telah meminta kepadaku -semoga Allah memberkahimu- agar aku memberikan pedoman yang mudah dalam kehidupan sehari-hari. Aku memohon kepada Allah Ta’ala agar memberikan kepada kita semua taufiq menuju petunjuk, bimbingan, kebenaran, dan ketepatan langkah, serta menjadikan kita orang-orang yang mengikuti petunjuk, orang-orang yang shalih dan melakukan perbaikan.

Maka aku katakan :

Pertama : *Terhadap Allah ‘Azza wa Jalla*

1. Berusahalah dengan sungguh-sungguh agar Anda selalu bersama Allah ‘Azza wa Jalla, yaitu dengan selalu dalam keadaan menghadirkan keagungan-Nya, selalu merenungi tanda-tanda kekuasan-Nya di alam raya seperti penciptaan langit dan bumi, serta segala yang Allah jadikan di langit dan bumi tersebut yang menunjukkan ketinggian hikmah-Nya, kedahsyatan qudrah-Nya dan kebesaran rahmat dan karunia-Nya. Dan juga selalu merenungi ayat-ayat syariat-Nya yang diutus dengannya para rasul, terlebih penutup mereka Muhammad shallallahu alaihi wa sallam

2. Hendaknya hati Anda dipenuhi dengan rasa cinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla, karena berbagai nikmat yang telah Dia berikan kepadamu dan berbagai bala yang Dia hindarkan dari Anda. Terutama nikmat Islam dan nikmat istiqomah di atasnya. Hingga Allah menjadi yang paling Anda cintai dalam hidup Anda.

3. Hendaknya hati Anda dipenuhi dengan rasa pengagungan terhadap Allah , hingga Allah menjadi sesuatu yang paling agung dalam diri Anda. Karena dengan berkumpulnya rasa cinta dan pengagungan terhadap Allah dalam hati Anda, maka Anda akan istiqomah di atas ketaatan kepada-Nya. Anda menjalankan perintah-Nya karena rasa cinta, dan menjauhi larangan-Nya karena rasa pengagungan terhadap Nya.

4. Hendaknya Anda mengikhlaskan ibadah seluruhnya untuk Allah Jalla wa ‘Ala, bertawakal kepada-Nya dalam segala keadaan, merealisasikan tingkatan

اياك نعبد و اياك نستعين

“Hanya kepada-Mu aku beribadah, dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan.”

Anda selalu menghadirkan dalam hati bahwa Anda melaksanakan perintah dalam rangka mentaati perintah-Nya, meninggalkan larangan dalam rangka mentaati larangan-Nya. Maka dengan hal itu Anda akan merasakan lezatnya ibadah yang tidak akan Anda rasakan jika dengan kelalaian, dan Anda akan dapatkan pertolongan dalam berbagai perkara yang tidak akan Anda dapatkan jika Anda bersandar pada diri sendiri.

bersambung, insya Allah