AHLUS SUNNAH MENDOAKAN WALIYYUL AMRI

Oleh / Jm1 14 1438 / Manhaj

Al-Imam al-Barbahari rahimahumallah berkata,

“Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, ketahuilah dia seorang Ahlus Sunnah, insya Allah.

Al-Imam Fudhail bin Iyadh rahimahumallah berkata,

“Sekiranya aku mempunyai doa (yang terkabul), aku tidak akan mengarahkannya kecuali untuk penguasa.”

Seseorang bertanya, “Hai Abu Ali (Fudhail), jelaskan maksud kalimat ini kepada kami semua.” Al-Imam Fudhail rahimahumallah menjawab,

“Jika aku arahkan pada diriku, kebaikannya tidak akan kembali kecuali kepada diriku. Akan tetapi, jika aku arahkan kepada penguasa, penguasa itu akan menjadi baik sehingga baiklah keadaan rakyat dan negara.”

Maka dari itu, kita diperintah mendoakan waliyyul amri dengan kebaikan serta dilarang mencemooh atau memberontaknya walaupun penguasa itu zalim dan jahat. Sebab, kezaliman dan kejahatannya kembali kepada dirinya sendiri, sedangkan kebaikannya selain kembali kepada dirinya juga untuk seluruh muslimin.” (Syarhu Sunnah)

Di dalam kitab I’tiqad Ahlus Sunnah, al-Imam al-Isma’ili rahimahumallah mengemukakan bahwa mereka, Ahlus Sunnah, memandang harusnya mendoakan kebaikan bagi penguasa dan mendorongnya berbuat adil. Ahlus Sunnah tidak memandang bolehnya memberontak dengan pedang/ senjata.

Al-Imam ath-Thahawi rahimahumallah mengatakan,

“Kami, Ahlus Sunnah, mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk waliyyul amri.” (al-Aqidah ath- Thahawiyyah)

Asy-Syaikh al-Allamah Shalih al- Fauzan menambahkan catatan penting atas apa yang telah dikemukakan al-Imam ath-Thahawi rahimahumallah di atas. Beliau berkata,

“Kami, Ahlus Sunnah, senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala agar mengembalikan waliyyul amri kepada kebenaran dan meluruskan kesalahan yang ada pada mereka. Kami mendoakan kebaikan untuk mereka. Sebab, kebaikannya adalah kebaikan untuk kaum muslimin dan petunjuknya adalah petunjuk bagi kaum muslimin. Kemanfaatan yang ditimbulkannya pun akan meluas dan dirasakan oleh semua pihak. Ketika Anda berdoa kebaikan untuk mereka, secara otomatis berdoa untuk kebaikan kaum muslimin.”  (Ta’liq ala ath-Thahawiyyah)

Samahatul Allamah Ibnu Baz rahimahumallah berkata,

“Sebagai bentuk tuntutan dari bai’at (janji setia) adalah menyampaikan nasihat kepada waliyyul amri. Salah satu bentuk nasihat itu ialah mendoakan waliyyul amri agar mendapatkan taufik, hidayah, dan kebaikan dalam hal niat dan amal, serta diberi pendamping yang baik.” (ad-Dur al-Mantsur)

diambil dari http://asysyariah.com/kajian-utama-ahlus-sunnah-mendoakan-waliyyul-amri/

#waliyyulamri #mendoakaan_kebaikan_pemerintah
#binBaz #al_Fauzan