AKANKAH AL-HAJURI MENERIMA IJMA’ PARA ‘ULAMA?

Oleh / Rb2 7 1430 / Fawaid

Para ‘Ulama Kibar Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah sepakat :

  • Bahwa Asy-Syaikh Al-Fadhil Al-Faqih ‘Abdurrahman Al-‘Adani tetap sebagai ‘ulama Ahlus Sunnah
  • Membersihkan Asy-Syaikh ‘Abdurrahman Al-‘Adani dari tuduhan hizbi
  • Menolak segala yang dijadikan alasan dan argumentasi oleh Al-Hajuri dalam memvonis Asy-Syaikh ‘Abdurrahman sebagai hizbi

Kesepakatan (Ijma’) para ‘ulama tersebut tertuang dalam ijtima’ Ma’bar 12 Rabi’ul Akhir 1428 H, ijtima’ Al-Hudaidah 5 Muharram 1429 H, dan dalam sekian banyak nasehat, muhadharah, dan fatwa para ‘ulama tersebut. Silakan dimurajaah kembali :

Akankah Al-Hajuri mau menerima kesepakatan para ‘ulama kibar tersebut?

Pertanyaan ini telah terjawab dari berbagai ucapan dan tindakan Al-Hajuri.

Di antaranya :

  • Al-Hajuri memerintahkan untuk mengencingi hasil pertemuan di kota Ma’bar yang ditandatangani oleh para masyaikh kibar Dakwah Salafiyyah.
  • Al-Hajuri juga menolak hasil pertemuan para masyaikh kibar 5 Muharram 1429 H di Al-Hudaidah, dan mengatakannya sebagai muhdats
  • Nasehat Emas Asy-Syaikh Rabi’ pada tanggal 17 Rabi’uts Tsani 1429 H juga dibantah oleh Al-Hajuri

Silakan dimurjaah kembali :

Tanggapan Negatif Al-Hajuri Thd Pertemuan-Pertemuan Masyayikh & Teguran Keras Asy-Syaikh Al-Wushabi

Berikutnya Al-Hajuri mengatakan :

فليستح على نفسه من يقول : عبد الرحمن ما هو حزبي

“Orang-orang yang mengatakan bahwa ‘Abdurrahman bukan hizbi hendaknya dia malu pada dirinya sendiri.

[ dinukil dari kasetnya yang berjudul At-Ta’kid li Hizbiyyati ‘Abdirrahman ]

Al-Hajuri juga mengatakan :

الذي يدافع عنهم – أي الشيخ عبد الرحمن ومن معه – يدافع عن الحزبيين لا يدافع عن السلفيين المؤدبين، يدافع عن حزبي، يدافع عن الذين يختانون أنفسهم …

“Yang membela mereka (yakni Asy-Syaikh ‘Abdurrahman dan yang bersama beliau) berarti telah membela para hizbiyyun, bukan membela salafiyyin yang beradab, dia telah membela seorang hizbi dan membela orang-orang yang mengkhianati dirinya sendiri … .”

[ dinukil dari kasetnya yang berjudul At-Ta’kid li Hizbiyyati ‘Abdirrahman ]

Silakan dimurajaah kembali :

AL-HAJURI TIDAK MENGGUBRIS NASEHAT MASYAIKH

Sampai pada tanggal 21 Shafar 1430 H kemarin, dalam kasetnya yang berisi kecaman terhadap Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah, Al-Hajuri kembali menegaskan :

( وأقسم لكم بالله للسامعين ومن يسمع لو اجتمع علماء الدنيا على أن عبد الرحمن ما هو حزبي ما قبلت هذا منهم ) !!

“Aku bersumpah untuk kalian, demi Allah untuk para pendengar dan siapapun yang mendengar bahwa kalau para ‘ulama dunia bersatu/bersepakat bahwa ‘Abdurrahman bukan hizbi maka aku tidak akan menerima (kesepakatan) itu dari mereka!!”

Jika demikian, maka apa yang bisa diharapkan dari Al-Hajuri dan orang-orang yang bersamanya?

Apakah mereka masih mau dibimbing oleh para masyaikh kibar di Yaman?

Apakah mereka masih mau mendengar nasehat Imamul Jarh wat Ta’dil Al-Mujahid Al-‘Allamah Al-Muhaddits Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali??

Apakah mereka masih menunggu apa yang hendak dikatakan oleh Al-Imam Rabi’?

TIDAK … , SEKALI LAGI TIDAK … !!

* * *

Yang sangat mengherankan :

“Anak-anak kemarin” para pengikut fanatik Al-Hajuri -dengan restu dari sang Imamuts Tsaqalain–  telah berhasil mengumpulkan “lebih dari 50 bukti” akan kehizbian Asy-Syaikh ‘Abdurrahman.

Subhanallah, ….

Itulah yang mereka anggap sebagai bukti dan hujjah.

Bagaimana bisa “50 bukti lebih” tersebut diketahui oleh Al-Hajuri dan murid-muridnya namun tidak diketahui oleh para masyaikh kibar Yaman??

Bagaimana bisa “50 bukti lebih” tersebut diketahui oleh Al-Hajuri dan murid-muridnya namun tidak diketahui oleh Imamul Jarh wat Ta’dil fi hadzal ‘Ashr, yaitu Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah??

Yakni Al-Hajuri dan murid-muridnya -yang mayoritasnya masih anak-anak dan belum banyak tahu tentang seluk beluk dakwah- mengetahui sementara para ‘ulama kibar Ahlus Sunnah tidak tahu??

Al-Hajuri dan para muridnya lebih mengerti tentang hizbiyyah dan ciri-cirinya sementara para ‘ulama kibar Ahlus Sunnah tersebut tidak mengerti??

sungguh “50 bukti lebih” tersebut, dan berbagai alasan lainnya yang mereka anggap sebagai hujjah, tidak diterima oleh para ‘ulama kibar Ahlus Sunnah!!

Perlu juga kita renungkan,

Bahwa Al-Hajuri ini telah dijarh/dicerca oleh gurunya sendiri, yaitu Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi, bahwa : Al-Hajuri adalah KADZDZAB (PENDUSTA), kedustaan setelah kedustaan, kedustaan setelah kedustaan, dan kedustaan yang sangat banyak!!

Murid yang seperti ini, maka kondisinya sama seperti yang diucapkan oleh Al-Hajuri sendiri dalam kitab Adhrarul Hizbiyyah :

” … ia akan terhalangi dari ilmu syaikhnya. Dan dakwahnya akan lemah. Karena setiap ia pergi ke suatu negeri, maka orang-orang akan mengatakan (terhadapnya) : ‘Orang ini telah dicela oleh syaikhnya sendiri, padahal dia (sang syaikh) adalah orang yang paling tahu tentangnya (si murid).’ Para pemberi nasehat tidak akan mau lagi menerimanya, dari sisi karena dia telah dijarh dan karena dia telah dicela oleh syaikh (guru)nya sendiri.”

Maka renungkan dan ambillah pelajaran …. !!!

Semoga Allah membimbing kita semua ke jalan yang haq dan mau mengikuti al-haq tersebut dengan lapang dada