ARAB SAUDI DAN WAHABISME (2)

Oleh / Jm1 29 1438 / Info

Samahatu asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah,

“Sesungguhnya dakwah al-Imam asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab – rahimahullah – adalah Dakwah Islamiyyah, dakwah yang diserukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya yang mulia serta diserukan pula oleh salafush shalih.

Oleh karena itu dakwah ini sukses dan meraih pengaruh yang sangat besar, meskipun musuh-musuh dan penentangnya sangat banyak di dunia Islam. Hal ini sebagai bukti kebenaran sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam :

لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرين لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم حتى يأتي أمر الله

“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang terus berjaya di atas al-haq. Mereka tidak akan dirugikan oleh siapapun yang melecehkan dan menentang mereka, hingga datang perintah Allah.” [ Muttafaqun alaihi ]

Dakwah ini meskipun merupakan rangkaian dakwah pembaharuan, terhubung dengan madzhab salaf yang telah mendahuluinya, di samping dakwah ini juga tidak keluar dari madzhab salaf, hanya saja dakwah ini perlu upaya yang serius untuk mempelajari dan perhatian terhadapnya, serta memberikan pencerahan terhadap umat tentang hakekat dakwah ini.

Karena banyak dari umat ini yang masih tidak mengerti tentang hakekatnya. Juga karena dakwah ini menghasilkan buah yang sangat besar yang belum pernah diperoleh oleh tokoh pembaharu siapapun sebelum beliau (asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab) setelah masa tiga generasi yang utama (yakni setelah masa para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, pen).

Yaitu dakwah ini telah berhasil mewujudkan sebuah masyarakat yang memberlakukan syariat Islam, mewujudkan sebuah daulah (negara) yang percaya terhadap dakwah ini dan menerapkan hukum-hukumnya dengan penerapan yang bersih dan murni dalam segala aspek kehidupan manusia, baik dalam aspek aqidah, hukum, tradisi, pidana, ekonomi, dan yang lainnya.

Kenyataan inilah yang membuat sebagian ahli sejarah dakwah ini mengatakan, “Sesungguh sejarah Islam setelah masa kenabian dan khulafaur rasyidin belum pernah menyaksikan komitmen yang totalitas terhadap hukum-hukum Islam sebagaimana yang disaksikan oleh Jazirah Arabia di bawah naungan Daulah Arab Saudi, yang mendukung dan membela dakwah ini.”

Alhamdulillah, negeri ini terus menikmati hasil-hasil dakwah ini dalam bentuk keamanan, ketenangan, dan kenyamanan hidup. Jauh dari bid’ah dan khurafat yang telah banyak merugikan banyak negeri-negeri Islam.

Kerajaan Arab Saudi, baik pemerintahnya maupun ulamanya, selalu mengedepankan kepentingan kaum muslimin di dunia semuanya. Sangat optimis untuk menyebarkan Islam di berbagai belahan dunia. Agar semua juga bisa merasakan kenikmatan sebagaimana negeri ini.”

http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=69&PageNo=1&BookID=4

#wabisme #wahabiyyah #arabsaudi #saudiarabia
#Aalusuud #rajasalman #binBaz #bidah
#kunjunganrajasalmankeindonesia
#sambut_raja_salman_ke_indonesia