BEBERAPA ADAB SAAT MEMBACA AL-QUR’AN

Oleh / Jm1 12 1438 / Fiqih

1. Bila seorang ingin membaca al-Qur’an seyogianya untuk membersihkan mulutnya dengan siwak atau semisalnya.
2. Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an dalam keadaan suci dan seandainya seorang membaca dalam keadaan berhadats maka boleh menurut kesepakatan (ulama) kaum muslimin.
3. Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an di tempat yang bersih seperti masjid.
4. Bagus kiranya orang yang membaca al-Qur’an selain dalam shalat untuk menghadap kiblat dan duduk dengan tenang. Akan tetapi, boleh juga membaca dengan berdiri ataupun berbaring karena dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca al-Qur’an dan kepala beliau pada pangkuan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. ( al-Bukhari)

5. Ketika akan membaca al-Qur’an membaca ta’awudz.
6. Ketika membaca hendaklah ia tenang dan memahami isi kandungannya, karena seperti inilah tujuan al-Qur’an diturunkan. Allah ‘azza wa jalla berfirman,

Maka apakah mereka tidak memahami (isi kandungan) al-Qur’an?!” (Muhammad: 24)

7. Disunnahkan bila melewati ayat tentang rahmat (kasih sayang Allah ‘azza wa jalla) untuk meminta rahmat dan bila melewati ayat azab ia meminta perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Shahih Muslim dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, lihat at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, karya an-Nawawi)

#adab #membaca #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah

dari Majalah “asy-Syari’ah” | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc, hal. 68.