FATWA TERBARU ASY-SYAIKH AL-FAUZAN 5 – 3 – 1430 H

Oleh / Rb1 11 1430 / Menjawab Yahya Al-Hajuri

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan Membantah Kesalahan Al-Hajuri!

Masih lekat pada ingatan kita, jawaban Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah sekitar 6 tahun lalu ketika beliau ditanya tentang beberapa kesalahan yang diucapkan oleh Al-Hajuri. Maka beliau melarang untuk belajar kepada orang yang demikian kondisinya.

Berikut pertanyaan yang diajukan kepada Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhalullah pada tanggal 5 Rabi’ul Awwal 1430 H, tentang beberapa kesalahan yang diucapkan oleh Al-Hajuri dan sudah terlanjur tersebar di tengah-tengah kaum muslimin, yang kemudian kesalahan tersebut dibela dengan tanpa malu oleh orang-orang jahil.

Maka kali ini dengan tegas Asy-Syaikh Al-Fauzan menjawab :

Ini adalah ucapan yang buruk, ucapan yang jelek, tidak boleh mendengarnya dan tidak boleh diam atas (kebatilan)nya.”

Segala puji bagi Allah, yang telah memunculkan di tengah umat ini ‘ulama yang tampil kesesatan tersebut, agar umat tidak tertipu dengannya.

Berikut transkrip tanya jawab bersama Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah :

أحسن الله إليكم سماحة الوالد، يقول السائل :

ما حكم من يقول بأن السنة معظمها وحي ؟ ويقول: بأن النبي صلى الله عليه وسلم أخطأ في وسائل الدعوة ؟ فصوبه ربه وأدبه؟ ويقول:بأن النبي صلى الله عليه وسلم فمن دونه لا يقبل قوله إلا بحجة سائغة ؟

فما حكم هذا القول؟ والدراسة على هذا الشخص ؟

الجواب :

هذا كلام قبيح كلام سيء ولا يجوز سماعه والسكوت عليه تنقص للرسول صلى الله عليه وسلم .الله جل وعلا قال فيه ( وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4 ( وهذا يخطيء الرسول صلى الله عليه وسلم في أمور الدين، وأمور الشرع وحي من الله.

أما أمور الدنيا، أمور الدنيا الرسول يستشير أصحابه في أمور الدنيا أليس كذالك ؟

في أمور الدنيا يستشير أصحابه. وأما أمور الشرع فهي توقيفية وحي من الله جل وعلا ( وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4) )

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada engkau wahai Samahatul Walid. Seorang penanya berkata : Bagaimana hukum orang yang mengatakan bahwa sunnah sebagian besarnya adalah wahyu? Dan mengatakan juga bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam telah salah dalam wasilah dakwah, maka beliau dibenarkan dan diberi pelajaran oleh Rabbnya. Dan mengatakan juga bahwa Nabi dan orang yang di bawah beliau tingkatannya tidak bisa diterima ucapannya kecuali dengan dalil yang jelas.

Apa hukum perkataan tersebut dan apa hukum belajar pada orang tersebut?

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahulla menjawab :

“Ini adalah ucapan yang buruk, ucapan yang jelek, tidak boleh mendengarnya dan tidak boleh diam atas (kebatilan)nya. Ucapan tersebut telah menghina Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.

Allah Jalla wa ‘Ala telah berfirman tentang beliau “Tidaklah dia berbicara dengan hawa nafsunya. Tidak lain itu adalah wahyu yang diwahyukan.” [An-Najm : 3-4]

Sementara orang ini berani menyalahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam urusan agama. Padahal urusan agama merupakan wahyu dari Allah.

Adapun urusan dunia, urusan dunia maka Rasulullah bermusyawarah dengan para shahabatnya dalam urusan-urusan dunia, bukankah demikian?

Dalam urusan dunia beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam biasa bermusyawarah dengan para shahabatnya. Adapun urusan syari’at, maka itu bersifat tauqifiyyah, wahyu dari Allah Jalla wa ‘Ala : “Tidaklah dia berbicara dengan hawa nafsunya. Tidak lain itu adalah wahyu yang diwahyukan.” [An-Najm : 3-4].”

Rekaman fatwa bisa didengar di sini

Rekaman fatwa yang sudah dilengkapi dengan rekaman suara Al-Hajuri yang dimaksud dalam pertanyaan bisa didengar di sini