ISTIGHFAR (MEMINTA AMPUN KEPADA ALLAH ATAS DOSA-DOSA)

Oleh / Rb1 8 1438 / Fiqih

al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah,

“Sebagian orang-orang yang berpengetahuan berkata, ‘Barangsiapa yang istighfarnya tidak membuahkan perbaikan terhadap taubatnya, maka dia dusta dalam istighfarnya.”

Asbab al-Maghfirah, Ibnu Rajab, hal. 4

Ibnu Rajab juga mengatakan,

“Sebaik-baik bentuk istighfar :
• Seorang hamba memulainya dengan sanjungan terhadap Rabb-nya.
• kemudian dilanjutkan dengan pengakuan atas dosa-dosanya.
• kemudian meminta kepada Allah maghfirah (ampunan).”

Asbab al-Maghfirah, Ibnu Rajab, hal. 5

Ibnu Rajab juga mengatakan,

“Di antara sebab maghfirah (ampunan) adalah : Tauhid. Tauhid merupakan sebab terbesar. Barangsiapa yang tauhid hilang darinya, maka dia telah kehilangan maghfirah.”

Asbab al-Maghfirah, Ibnu Rajab, hal. 5

Qatadah rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya al-Qur’an ini menunjukkan kepada kalian penyakit kalian dan obatnya. Adapun penyakit kalian, adalah dosa. Adapun obatnya, adalah istighfar.”

Asbab al-Maghfirah, Ibnu Rajab, hal. 5

الاستغفــــار ُ

قالَ الحافظُ ابنُ رجب الحنبلي:

قال بعض العارفين : من لم يكن ثمرة استغفاره تصحيح توبته فهو كاذب فى استغفاره .

[ أسباب المغفرة لابن رجب ٤]


وقــالَ أيضــًا:

وأفضل أنواع الإستغفار :

أن يبدأ العبد بالثناء على ربه.


ثم يثنى بالإعتراف بذنبه.


ثم يسأل الله المغفرة.

[ أسباب المغفرة ٥ ]

وقــالَ أيضــًا:


من أسباب المغفرة : التوحيد وهو السبب الأعظم فمن فقده فقد المغفرة .

[ أسباب المغفرة ٦]

قال قتادة :

إن هذا القرآن يدلكم على دائكم ودوائكم فأما داؤكم فالذنوب،وأما دواؤكم فالإستغفار.

[ أسباب المغفرة ٥ ]