KRITIK TAJAM TERHADAP ASY-SYAIKH AL-HAJURI (2)

Oleh / Rb1 7 1430 / Menjawab Yahya Al-Hajuri

untitled41

ماذا ينقمون على الشيخ الحجوري؟؟ ( الجزء الثاني )

pdf_icon abdullah bin rabi2

Tulisan berikutnya, seri kritik ilmiah karya ‘Abdullah bin Rubayyi’ As-Salafy juz ke-2 selesai ditulis pada Rabu, 6 Rajab 1429 H.

Pada seri ini, ‘Abdullâh bin Rubayyi’ menyebutkan sisi-sisi persamaan antara Al-Hajûri dan Abul Hasan Al-Ma’ribi dalam kesalahan dan penyimpangannya. Oleh karena itu, seri ke-2 ini diberi sub judul :

بيان الشبه الأربعين بين الحجوري والمأربي في الخطأ والزلل المبين

“Penjelasan 40 Persamaan antara Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi dalam Kesalahan dan Ketergelinciran yang Nyata”

Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Abul Hasan Al-Ma’ribi telah ditahdzîr oleh para ‘ulama kibâr, karena berbagai penyimpangan yang muncul darinya. Seorang yang melihat berbagai sepak terjang Al-Hajuri terkhusus pada masa-masa terakhir ini, ia akan melihat kemiripan yang sangat tampak antara Al-Hajuri dengan Abul Hasan Al-Ma’ribi!!

Maka dalam juz kedua ini, penulisnya hendak menyajikan perbandingan berbagai bentuk kesamaan sikap dan tindakan Al-Hajûri dengan Abul Hasan Al-Ma’ribi dalam menimbulkan perpecahan di tengah-tengah ahlus sunnah. Terhitung tidak kurang dari 43 kesamaan!!. Sebagaimana ciri khas tulisan ini, penulisnya mengupas dan menyajikannya secara ilmiah diiringi dengan argumentasi dan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Penulis membagi persamaan-persamaan tersebut dalam tiga jenis :

Pertama : Perbandingan antara ucapan-ucapan Al-Hajuri dengan ucapan-ucapan Al-Ma’ribi yang dikritik oleh para masyaikh dan ‘ulama Yaman. Yang termasuk dalam jenis ini di antaranya :

  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama memvonis saudaranya telah keluar dari kesalafiyahan.
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama menjadikan Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab sebagai musuhnya.
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama menjadikan para muridnya sebagai hakim atau berbagai penjelasan dan bimbingan para ‘ulama
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama hendak memisahkan dari dari para ‘ulama ahlus sunnah lainnya

dll

Kedua : Perbandingan antara ucapan-ucapan Al-Hajuri dengan ucapan-ucapan Al-Ma’ribi yang dikritik oleh Asy-Syaikh Rabi. Yang termasuk jenis ini di antaranya :

  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama bertameng dengan kaidah : “Mengembalikan ucapan yang mujmal kepada yang mufashshal”.
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama menyelisihi para ‘ulama Ahlul Hadits dalam penerapan kaidah-kaidah Al-Jarh wat Ta’dil
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama terjatuh pada banyak kontroversi dalam ucapan-ucapannya
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama mencela pihak-pihak yang mengkritiknya
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama mencela para shahabat Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam .

( pada bagian ini ada pembahasan menarik oleh penulis, yaitu bantahan terhadap penyataan Al-Hajuri bahwa paham murjiah telah muncul pada masa para shahabat Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam, yaitu pada halaman 20-23).

dll

Ketiga : Perbandingan antara ucapan-ucapan Al-Hajuri dengan ucapan-ucapan Al-Ma’ribi secara umum.

  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama mencela para ‘ulama dengan usia yang sudah lanjut, yang itu merupakan sebab banyaknya kekacauan
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama mengklaim mendengar sesuatu dari majelis masyaikh dan ‘ulama, padahal dusta
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama menuduh para masyaikh yaman bahwa mereka telah menyimpang dan terjatuh pada bid’ah
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama menamakan celaannya terhadap para ‘ulama sebagai nasehat
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama mengklaim bahwa dirinya lebih tahu tentang permasalahan, maka jangan ada yang turut campur
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama menafikan kedudukan para ‘ulama sebagai tempat merujuk
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama menafsirkan kritikan ‘ulama atas dirinya sebagai bentuk perendahan dan penghinaan atas dirinya
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama berani berdusta, dan telah Allah bongkar kedustaan keduanya!!
  • Al-Hajuri dan Al-Ma’ribi sama-sama berlebihan dalam membanggakan kebaikan-kebaikannya terhadap orang-orang yang mengkritiknya

dll

Mungkin sebagian pembaca akan tersentak dan tidak percaya dengan persamaan-persamaan di atas. Maka untuk membuktikannya, silakan ikuti kritik ilmiah karya ‘Abdullah bin Rubayyi’ As-Salafy ini. Segala rasa penasaran dan ketidakpercayaan insya Allah akan terobati.

Dalam muqaddimahnya, penulis mengingatkan bahwa tulisannya ini bukan hendak menghukumi Al-Hajuri dengan bid’ah, penyimpangan, dan keluar dari sunnah. Yang demikian bukanlah wewenang penulis atau orang-orang setaraf penulis. Namun tulisan ini dimaksudkan oleh penulisnya sebagai studi kritis dan niqasy ilmiyyah, dnegan cara mengembalikan fakta dan realita pada yang serupa dan perbandingan hal-hal yang sejenis. Ini di antara bukti dan pelajaran yang paling besar.

Yang menarik juga dari juz ke-2 tulisan ‘Abdullah bin Rubayyi’ As-Salafy ini, pada sampulnya tertulis kalimat berikut :

قال البرمكي وفقه الله في التنكيل :

(…ولا سيما أن إمام الجرح والتعديل ربيع بن هادي لا يمانع من الردود العلمية التي مبناها على دفع الظلم الذي ملئت به كتابات أتباع الحجوري ، فقد أذن بذلك حفظه الله، وقد وصلني ذلك عن الشيخ وفقه الله. )

Al-Barmaki berkata dalam At-Tankil :

“Demikian juga Imamul Jarh wat Ta’dil Rabi bin Hadi tidak melarang dari bantahan-bantahan ilmiah yang didasarkan atas menolak kezhaliman yang memenuhi tulisan-tulisan para pengikut Al-Hajuri. Sungguh beliau hafizhahullah telah mengizinkan hal tersebut. Sungguh telah sampai kepadaku berita tentang itu dari Asy-Syaikh (Rabi’) waffaqahullah.”