Peringatan Keras Dari Bahaya Kelompok Ikhwanul Muslimin

Oleh / Rb1 26 1442 / Aqidah, Bantah Radikalisme

PERINGATAN KERAS

DARI BAHAYA KELOMPOK IKHWANUL MUSLIMIN

(Penjelasan Hai’ah Kibaril Ulama (Dewan Ulama Senior) Kerajaan Arab Saudi)

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على عبده ورسوله وأمينه على وحيه، وصفوته من خلقه، نبينا وإمامنا وسيدنا محمد بن عبد الله وعلى آله وأصحابه، ومن سلك سبيله، واهتدى بهداه إلى يوم الدين، أما بعد

 

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada hamba dan rasul-Nya, kepercayaan-Nya atas wahyu-Nya, sosok pilihan-Nya dari para makhluk-Nya, dialah sang nabi, pemimpin, dan pemuka kita, Muhammad bin Abdillah, serta seluruh keluarga, para shahabat, dan setiap yang menempuh jalannya serta mengambil petunjuknya hingga hari pembalasan. Amma Ba’d:

Sungguh Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bersatu di atas kebenaran serta melarang kita dari perpecahan dan perselisihan. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ ۚ إِنَّمَآ أَمْرُهُمْ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi berkelompok-kelompok, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’am:159)

Allah juga memerintahkan para hamba untuk mengikuti jalan yang lurus (ash-Shirath al-Mustaqim) dan melarang mereka dari mengikuti jalan-jalan yang akan memalingkan dari kebenaran. Karenanya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun berfirman,

 

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kalian bertaqwa.” (al-An’am:153).

 

Mengikuti jalan yang lurus hanyalah bisa terwujud dengan berpegang teguh terhadap Kitabullah ‘Azza wa Jalla dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Hadits-hadits yang shahih telah menunjukkan bahwa di antara jalan-jalan yang dilarang oleh Allah Ta’ala untuk mengikutinya adalah metode-metode berpikir dan prinsip-prinsip yang menyimpang dari kebenaran. Terdapat hadits yang sah, diriwayatkan dari shahabat mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasannya dia berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah membuat satu garis dengan tangannya, kemudian beliau bersabda, “Ini adalah jalan Allah yang lurus.” Kemudian beliau membuat garis lagi di sebelah kanan dan kirinya, lantas bersabda, “Ini adalah jalan-jalan (yang menyimpang). Tidak ada sebuah jalan pun dari jalan-jalan tersebut melainkan ada setan yang menyeru kepadanya.” Kemudian beliau membaca ayat,

 

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya…” (HR. Ahmad).

Shahabat yang mulia Abdullah bin Abbas tentang firman Allah:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ

Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain.  Dan juga firman Allah:

 أنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ

Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.

dan ayat-ayat alquran yang semakna, Abdullah bin Abbas mengatakan, “Allah memerintahkan kaum mukminin untuk bersatu dan melarang mereka dari perselisihan dan berpecah belah, dan Allah mengabarkan bahwa telah binasa orang-orang sebelum mereka disebabkan perdebatan dan permusuhan dalam perkara agama Allah.”

 

Berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah jalan untuk mendapatkan keridhaan Allah, asas persatuan dan rapatnya barisan serta benteng dari segala kejelekan dan berbagai fitnah.

Allah Ta’ala berfiman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

 

Maka dengan penjelasan di atas diketahui, bahwa segala hal yang dapat merongrong kesatuan barisan umat yang bersatu di sekeliling pemerintah kaum muslimin; baik itu berupa propaganda, gagasan, atau dalam bentuk pendirian kelompok yang memiliki sumpah setia (baiat) dan pengorganisasian khusus, ataupun yang selain daripada itu; maka seluruhnya adalah haram berdasarkan dalil Al-Qur`an dan Sunnah.

Kelompok teratas yang kami peringatkan umat untuk berhati-hati dari bahayanya adalah kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Sebab kelompok ini merupakan kelompok menyimpang yang berdiri di atas asas pemberontakan terhadap pemerintah dan pemimpin yang sah serta bermanuver untuk menyebarkan fitnah di berbagai tempat dan menyebabkan kekacauan tatanan hidup di sebuah negeri, sampai pada taraf menyifati umat Islam dengan jahiliyyah.

Sejak terbentuknya kelompok ini, tidak terlihat darinya adanya perhatian terhadap akidah islam yang benar, tidakpula terhadap ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Sunnah. Tujuan utama mereka hanyalah untuk mencapai kursi pemerintahan.

Lebih dari itu, sejarah kelompok ini banyak diwarnai oleh berbagai keburukan dan fitnah. Dari rahim kelompok ini lahir kelompok-kelompok teroris ekstrimis yang menebarkan kerusakan di tengah-tengah negeri dan rakyat muslim; sesuatu yang telah diketahui dan disaksikan bersama berupa tindakan terorisme dan kejahatan yang banyak terjadi di berbagai belahan dunia.

 

Dari fakta di atas, jelaslah bahwa kelompok Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris, bukan kelompok yang memanifestasikan manhaj Islam. Kelompok ini berambisi mencapai tujuan-tujuannya yang bernuansa hizbiyyah (fanatisme kelompok) yang bertentangan dengan petunjuk agama kita yang lurus. Kelompok ini berbaju Islam, namun melakukan berbagai hal yang bertentangan dengan Islam, antara lain perpecahan, menebar fitnah, sikap esktrim, dan terorisme.

 

Maka semua pihak, wajib waspada dari kelompok Ikhwanul Muslimin, tidak menjalin hubungan dengannya, serta tidak bekerja sama dengannya.

 

Kita memohon kepada Allah menjaga semua pihak dari segala kejelekan dan fitnah.

 

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Pimpinan Hai’ah Kibaril Ulama

‘Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu asy-Syaikh

Riyadh, 24 Rabi’ul Awwal 1442 H / 10 November 2020 M

Sumber: https://www.spa.gov.sa/2155560