Pujian Imam Al-Jarh Wat Ta’dil Asy-Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali Terhadap Ma’had Sunnah Di Kota Al-Fuyusy

Oleh / Rb1 12 1430 / Nasehat

Pujian Imam Al-Jarh Wat Ta’dil Asy-Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali

Terhadap Ma’had Sunnah Di Kota Al-Fuyusy

yang Diasuh Oleh Asy-Syaikh ‘Abdurrahman Al-‘Adani hafizhahullah

Sebelumnya, perlu diketahui oleh pembaca sekalian. Ma’had Al-Fuyus yang berada di propinsi ‘Adn – Yaman merupakan salah satu ma’had Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang diasuh oleh Asy-Syaikh Al-Fadhil Al-Faqih ‘Abdurrahman bin ‘Umar Al-‘Adani hafizhahullah..

Pendirian Ma’had Al-Fuyusy di ‘Adn ini, merupakan sebab terbesar yang menyebabkan Al-Hajuri menjatuhkan vonis terhadap Asy-Syaikh ‘Abdurrahman sebagai hizbi. Kemudian permasalahan terus diperlebar, bahwa semua pihak yang tidak mau menerima vonis Al-Hajuri ini, maka dia harus mendapat getahnya berupa kecaman dan cacian, walaupun dia seorang ‘ulama.

Pembaca sekalian, apa benar Ma’had Al-Fuyusy adalah ma’had yang diasuh oleh hizbi dan tidak didukung oleh para ‘ulama besar Ahlus Sunnah?

Kita lihat bagaimana sikap para ‘ulama Dakwah Salafiyyah :

Beberapa hari lalu, tepatnya hari Jum’at 9 Rabi’ul Awwal 1430 H, Asy-Syaikh Al-Fadhil ‘Abdurrahman Al-‘Adani hafizhahullah menyampaikan muhadharah (ceramah) di masjid Ath-Thahiri di daerah Al-Basatin di propinsi ‘Adn.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Akh Al-Fadhil Hani bin Braik menuturkan pengalamannya. Berikut penuturannya :

كنَا مع شيخنا الفاضل الشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي فقص لنا خبراً عن زوار له

وسألهم حفظه الله، قال لهم :

(( هـل أنتم ممن اشترى في مركز الفيوش ))

وكان الحضور مجانبين لهذا المركز، فلم يردوا على الشيخ، ففهم الشيخ.

قال لهم، وأنا شاهدي من الكلمة : (( يا أبنائي أتمنى لو يقام مركز في كل قرية وفي كل بلده ينشر التوحيد، من لم يشتر منكم فليشتر ))

“Waktu itu kami bersama Syaikhuna Al-Fadhil Asy-Syaikh Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali. Maka beliau mengisahkan tentang beberapa orang yang telah berkunjung kepada beliau. Dalam kesempatan tersebut, beliau bertanya kepada mereka :

“Apakah antum termasuk yang juga ikut beli (tanah kavling) di Ma’had Al-Fuyusy?”

Orang-orang yang hadir ketika itu adalah dari kalangan yang bertentangan dengan ma’had (Al-Fuyusy) tersebut. Maka mereka pun tidak menjawab pertanyaan Asy-Syaikh Rabi’. Asy-Syaikh Rabi’ pun paham (siapa mereka ini).

Kemudian beliau pun berkata kepada mereka -yang ingin saya petik dari pernyataan (Asy-Syaikh Rabi’) adalah –  :

“Wahai anak-anakku, saya ingin kalau seandainya ditegakkan ma’had di setiap desa dan di setiap negeri, untuk menyebarkan tauhid. MAKA BARANGSIAPA DI ANTARA KALIAN YANG BELUM MEMBELI (tanah kavling di Ma’had Al-Fuyusy), MAKA SEGERALAH BELI.

(Sumber http://wahyain.com/forums/showthread.php?t=434

lihat juga http://sahab.net/forums/showthread.php?t=366357 ).

Menarik juga untuk disebutkan di sini :

Bahwa beberapa waktu lalu, tepatnya pada 10 Dzulhijjah 1429 H kemarin, beberapa masyaikh kibar dan penuntut ilmu yang mulia telah melakukan kunjungan ke Ma’had Al-Fuyusy tersebut. Di antaranya adalah Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Murabbi Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah dan Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Al-Bura’i hafizhahullah.

Dalam kesempatan tersebut Asy-Syaikh ‘Abdurrahman menyampaikan ceramah sambutan kepada para tamu yang mulia tersebut.

Berikut Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi berkenan menyampaikan nasehatnya kepada segenap thalabah dan hadirin. Dalam nasehatnya, beliau menekankan pentingnya kasih sayang, persatuan, dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah di atas manhaj salaf. Beliau mengucapkan terima kasih dan dukungan kepada para pengampu Ma’had Al-Fuyusy tersebut. Ma’had tersebut adalah seperti ma’had-ma’had Ahlus Sunnah lainnya.

Berikutnya, Asy-Syaikh Al-Bura’i dipersilakan menyampaikan nasehatnya, namun beliau minta udzur karena beliau sudah kelelahan.

Alhamdulillahirabbil ‘Alamin.

Demikian sikap para ‘ulama kibar Dakwah Salafiyyah. Tidak ada di antara mereka yang menyatakan bahwa Ma’had Al-Fuyusy adalah ma’had hizbi, sebagaimana tidak satu pun di antara para ‘ulama kibar tersebut yang mau menerima tahdzir/vonis Al-Hajuri bahwa Asy-Syaikh ‘Abdurrahman adalah hizbi.

Sebagai faidah, berikut isi sambutan Asy-Syaikh ‘Abdurrahman dan muhadharah Asy-Syaikh Al-Walid Al-Murabbi Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi

Ceramah suara bisa didengar disini

Ceramah teks  disini