Makna dan Prinsip Salafy

Oleh / Saf 18 1440 / Kategori: / Sub Album:

MAKNA DAN PRINSIP SALAFY

Disampaikan oleh Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah┬áDi Masjid Mahad As-Salafy Jember

Pertemuan 1
14 Muharram 1440 H / 24 sept 2018 M

– Bersyukur atas kenikmatan di atas manhaj salafush sholih dan menerima bimbingan as salaf
– As Salafiyyah bukan hanya sbg pengakuan dan angan-angan
– Sabar dan istiqomah diatas manhaj as salafiyyah ketika menghadapai ujian dan musibah
– Meluruskan penilaian sebagian pihak yang mengatakan adanya salafy tarbiyah,salafy jihadi, dan salafy takfiri

Pertemuan 2
15 Muharram 1440 H / 25 sept 2018 M

– Pengertian As Salaf dan apa itu Salafy
– Salah satu prinsip Salafy adalah jihad di atas jalan Allah harus dibawah perintah waliyyul amr begitu pula al i’dad/persiapan tempur hanya boleh dilakukan dibawah ijin dan pantauan pemerintah.
– Salafy dalam masalah takfir / dalam menghukumi kafir terhadap individu atau pihak tertentu

Pertemuan 3
23 Muharram 1440 H / 3 okt 2018 M

– Salah paham beberapa pihak terhadap tuduhan teroris
– Salafy tidak punya pimpinan umum atau pimpinan pusat.
– Komunitas salafy dikenali dengan adanya majelis-majelis taklim, pendidikan-pendidikan di Ma’had/ponpes, tulisan-tulisan di berbagai media.
– Salafy diantara sikap ekstrim terhadap yayasan.
– Salafy diantara sikap ekstrim jihad fii sabilillah dan persiapannya.
– Meluruskan kesalahpahaman terhadap dakwah tauhid

Pertemuan 4
24 Muharram 1440 H / 4 okt 2018 M

– Meluruskan tuduhan pemberontak terhadap syaikhul Islam ibnu Taimiyyah.
– Salafy meyakini pimpinan tertinggi negara indonesia masih muslim. Meskipun kita akui adanya kemungkaran-kemungkaran yg terjadi dan kita berlepas diri dari kemungkaran tersebut.
– Dilarang menentang pemerintah dalam perkara yang baik apalagi memberontaknya.
– Hak pemerintah yang wajib kita tunaikan adalah taat dan patuh dalam perkara yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat dan memberikan nasehat dengan cara yang sopan, santun dan tertutup. Serta mendoakan kebaikan untuk pemerintahnya

Pertemuan 5
27 Muharram 1440 H / 7 okt 2018 M

– Bantahan tuduhan dusta terhadap Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah.
– Bantahan tuduhan teroris dan radikal terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
– Para Ulama yang merupakan anak cucu murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang berada di Arab Saudi maupun di luar Arab Saudi adalah ulama yang rajin memperingatkan ummat ttg kewajiban taat kepada pemerintahnya
– Beberapa fatwa ulama hai’ah kibarul ulama tentang tokoh-tokoh teroris di Arab Saudi
– Para dai Salafy di Indonesia yang meneruskan pola pikir dan manhaj al imam Muhammad bin Abdul Wahhab juga aktif menjelaskan bahaya terorisme dan radikalisme
– Perbandingan komunitas Salafy yang selalu taat dan mendoakan pemerintahnya dengan organisasi-organisasi lainnya yang selalu mencela, mengkritik, melakukan demo dll

Pertemuan 6
2 Shafar 1440 H / 11 okt 2018 M

– Kerjasama pemerintah Indonesia dan kerajaan Arab Saudi dalam bidang anti terorisme
– Keseriusan Kerajaan Arab Saudi yg didirikan diatas aqidah al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab dalam menangani isu terorisme dan radikalisme
– Hukum yang diterapkan di Kerajaan Arab Saudi adalah hukum Islam hasil didikan al imam Muhammad bin Abdul Wahhab
– Pembelaan terhadap kitab Ad Durar as Saniyyah karya al imam Muhammad bin Abdul Wahhab yang sering di tuduh sebagai kitab panduan para teroris

Pertemuan 7
4 Shafar 1440 H / 13 okt 2018 M

– Membantah tuduhan teroris kepada asy syaikh Muqbil dan Ma’had Dari Hadits di Dammaj Yaman
– Sikap komitmen kepada Al Quran dan as sunnah bukanlah sikap yang ekstrim
– Istilah salafy jihad adalah istilah yang mengandung pengkaburan dan kedustaan
– Karya dan nasihat Asy Syaikh Muqbil yang membantah usamah bin laden yang dimuat dalam surat kabar ar Ra’yul ‘Am edisi 11,503 tahun 1998