Kritik Ilmiah terhadap Kelompok JAMA’AH TABLIGH

Oleh / Rb2 21 1436 / Lain-lain

Kritik Ilmiah terhadap Kelompok JAMA’AH TABLIGH

1- Pendiri kelompok “Jama’ah Tabligh” tumbuh di atas Aqidah Shufiyyyah, berbaiat pada Shufiyyah dua kali, hidup dalam kungkungan Shufiyyah hingga dia mati. Jadi, dia seorang shufi tulen, sangat kental dalam shufiyyahnya.

2- Pendiri “Jama’ah Tabligh” sering tirakatan di kuburan, menunggu kasyaf dan wangsit.

3- Pendiri kelompok ini juga menanti-nanti dalam “al-Muraqah al-Jisytiyyah” di sisi kuburan ‘Abdul Quddus al-Kankawahi, yang orang ini beriman pada aqidah WIHDATUL WUJUD.

4- “al-Muraqah al-Jisytiyyah” adalah : acara duduk di sisi kuburan selama setengah jam setiap pekan. Dengan menutup kepala dan mengucapkan dzikir : “Allahu Hadhiri, Allahu Nazhiri”!!
Ucapan – atau amalan tersebut – apabila dilakukan/dipersembahkan untuk Allah, maka itu adalah BID’AH. Namun apabila ketundukan/kekusyu’an itu dilakukan/dipersembahkan untuk sang penghuni kubur, maka itu KESYIRIKAN terhadap Allah.
Kemungkinan kedua inilah yang tampak terlihat. Karena kalau ketundukan tersebut dilakukan/dipersembahkan untuk Allah niscaya dia akan melakukannya di masjid, bukan duduk di sisi kuburan. Tatkala ternyata dia duduk di sisi kuburan dengan ketundukan tersebut, maka itu merupakan bukti bahwa dia memaksudkan dengan ketundukan tersebut adalah (dipersembahkan) untuk sang penghuni kubur.

asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah, al-Maurid al’Adzbu az-Zallal

WhatsApp Manhajul Anbiya