Penjelasan Admin Manhajul Anbiya Tentang keberadaan Akun Youtube Manhajul Anbiya

Oleh / DhH 28 1441 / Info

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Kami, Abu Amr Ahmad Alfian dan Abu Sumayyah Firman, selaku admin Manhajul Anbiya, menyampaikan bahwa kami tidak pernah membuat akun Youtube Manhajul Anbiya sebagai media dakwah resmi, atau pun mempromosikannya.

Ketika ada seorang ustadz menyampaikan kepada salah satu dari kami (Alfian) pada awal tahun 2019 tentang keberadaan channel Youtube Manhajul Anbiya, maka kami (Alfian) menyatakan tidak tahu. Demikian pula ketika beberapa hari lalu seorang ustadz menyampaikan kepada kami (Alfian) tentang keberadaan channel Youtube Manhajul Anbiya, maka kami (Alfian) pun juga menyatakan tidak tahu tentang keberadaannya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, maka kami (admin) memastikan (meng-croschek) kembali kepada teman-teman lainnya yang selama ini biasa membantu kami (admin) secara teknis, apakah pernah membuat akun Youtube atas nama Manhajul Anbiya?

Maka berikut penjelasan salah satu teman/ikhwah yang selama ini membantu kami secara teknis,

“Saya terpanggil untuk menyampaikan penjelasan ini dalam rangka taawun untuk menguatkan dakwah. Semoga bermanfaat. Maka, saya Abu Salim Abdullah Bagoes selaku salah satu ikhwah yang biasa diminta ta’awunnya oleh beberapa situs dalam memposting ke situsnya, salah satunya adalah situs https://manhajul-anbiya.com . Postingan ke situs manhajul anbiya tersebut diambil dari materi-materi yang telah diposting di Group WhatsApp Manhajul Anbiya dan Channel Manhajul Anbiya di Telegram oleh adminnya (yaitu Ust. Abu Amr Alfian dan al-Akh Firman). Perlu diketahui, posisi saya bukan bagian dari Manhajul Anbiya secara struktural.

Suatu ketika postingan di channel berupa video (perlu diketahui materi isi video berasal dari ikhwah salafy di luar kota, bukan buatan saya). Isi vidoenya pun berupa ceramah ilmu atau murattal yang diberi ilustrasi gambar-gambar pemandangan atau lainnya. Bukan gambar-gambar makhluk bernyawa. Demikian seingat saya.

Untuk kepentingan memindahkan postingan berupa video ini dari channel ke situs manhajul anbiya, saya berpikir menggunakan cara termudah, murah, namun tetap bisa menampilkan dengan tampilan yang bagus. Maka saya berpikir perlu menginstal plugin unite galery dengan keterbatasan (gratis), yang plugin ini bisa menampilkan file video dari server pihak ketiga. Maka saya pun memilih untuk menggunakan Youtube. Kenapa saya memilih youtube (padahal sebenarnya pilihan lain masih ada)? Hal itu karena, selain telah memiliki alamat gmail, juga karena saya merasa Youtube mumpuni untuk menyimpan file video dan juga karena web ini (youtube) sangat kuat dan jarang down, serta mempunyai kapasitas yang besar juga server yang mumpuni (ini sebatas pengetahuan saya). Maka inilah yang mendorong saya untuk membuat akun di Youtube.

Perlu diketahui pula, bahwa akun Youtube tersebut saya buat pada 30 Maret tahun 2016. Dan seingat saya sudah tak pernah upload lagi sejak Mei 2017 lalu (berarti sudah lebih dari 3 tahun). Saya tegaskan pula, bahwa akun Youtube Manhajul Anbiya tersebut saya buat MURNI untuk kepentingan teknis, sebagaimana penjelasan di atas. Bukan akun yang saya buat untuk tujuan dipublish namanya atau keberadaan akunnya, lebih-lebih lagi dipromosikan sebagai media dakwah resmi. Oleh karenanya saya sendiri, ketika hari Ahad kemarin (16/08/2020) Ust Abu Amr Alfian bertanya kepada saya via telpon apakah pernah membuat akun Youtube atas nama Manhajul Anbiya, saya awalnya menjawab tidak pernah. (Karena yang terbayang di saya adalah akun Youtube yang untuk media dakwah resmi atau dipromosikan namanya. Kalau yang seperti ini, maka saya tidak pernah membuatnya). Kemudian ketika ditelpon kali kedua, Ust Abu Amr Alfian kembali bertanya memastikan dan meminta saya mengingat-ingat lagi, baru saya ingat bahwa saya pernah membuat akun Manhajul Anbiya hanya untuk kepentingan teknis, sebagaimana penjelasan di atas.

Tidak ada niatan kala itu selain berusaha berta’awun untuk dakwah yang mulia ini dengan segala keterbatasan yang ada pada saya. Saya buat klarifikasi ini untuk membantu menjaga nama baik Manhajul Anbiya sebagai salah satu media dakwah salafiyyah yang menyebarkan ilmu dan sunnah di Indonesia, dari kemungkinan adanya pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab dengan memanfaatkan kenyataan ini. Wallahu a’lam.”
– sekian penukilan –

Kami mengucapkan “Jazakumullah khairan”, dengan penjelasan di atas yang telah mengingatkan kami yang terlupa. Sekaligus menegaskan bahwa keberadaan akun Youtube atas nama Manhajul Anbiya itu dibuat murni untuk kepentingan teknis upload dari channel Telegram ke situs. Melalui kesempatan ini, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sekaligus kami ucapkan terima kasih jazakumullah khairan kepada semua pihak yang telah membantu kami. Semoga Allah selalu membimbing kami, dan seluruh salafiyyin, ke jalan yang diridhai-Nya.

Alhamdulilah, sejak ada arahan dari para asatidzah pada pertemuan para admin di Dlingo-Bantul pada akhir Januari 2019, kami admin Manhajul Anbiya berupaya mengikuti arahan asatidzah untuk menghindari penggunaan media Youtube, Instagram, Facebook, dll sebagai media dakwah resmi untuk internal salafiyyin. Hal ini mengingat sisi dampak negatif dari penggunaan media-media tersebut yang telah nyata adanya. Yang memakan korban putra-putri salafiyyin, tak terluput juga anak-anak yang belajar di ma’had-ma’had ahlus sunnah. Allahul Musta’an.

Dalam kesempatan ini pula kami sampaikan, bahwa kami selalu menantikan adanya masukan dari saudara-saudara kami. Segala nasehat, saran, dan kritik membangun demi kepentingan dakwah Salafiyyah, maka akan selalu kami terima dengan tangan terbuka, Insyaallah.

Ya Allah…, jadikanlah kami sebagai orang-orang yang mencintai nasehat dan para pemberi nasehat.

Demikian penjelasan dari kami. Semoga Allah menolong dakwah salafiyyah di negeri ini, serta menjaga ukhuwwah para pengampu dan juru dakwahnya. Semoga pula Allah menyatukan salafiyyin di atas kebenaran dan saling menasehati di atas dasar ilmu dan hikmah.

Jember, 29 Dzulhijjah 1441 H / 18 Agustus 2020 M

Admin Manhajul Anbiya:
Abu Amr Ahmad Alfian
Abu Sumayyah Firman