Hukum Belajar Kepada Orang Yang Dikenal Dengan Kedustaan

Oleh / Jm1 6 1430 / Nasehat

APA HUKUM BELAJAR KEPADA ORANG YANG DIKENAL DENGAN KEDUSTAAN, KEBOHONGAN, DAN KEZHALIMAN TERHADAP ORANG YANG MENYELISIHINYA TANPA BUKTI?

Pertanyaan tersebut diajukan kepada Asy-Syaikh Al-Walid Al-‘Allamah ‘Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah. Dalam jawabannya, beliau mengatakan bahwa  orang yang demikian kondisinya  adalah orang dungu. Para ‘ulama telah mentahdzir (umat) dari bahaya orang-orang dungu, termasuk para ‘ulama juga memperingatkan dari mengambil ilmu dari mereka (orang-orang dungu). Al-Imam Malik berkata : “Ilmu itu tidak di ambil dari 4 orang : Orang dungu yang menampakkan kedunguannya, … “

Dalam jawabannya Asy-Syaikh ‘Ubaid menjelaskan di antara sifat orang dungu, di antaranya  suka melaknat, suka mencela, keji, tajam (lisannya), mengulang-ulang kedustaan, dan menampakkan kedengkian terhadap orang yang menyelisihinya. Di samping tidak bisa bersikap dengan sikapnya orang yang berilmu, namun ia bisanya berucap dengan kata-kata yang memalukan dan kasar.

Rekaman tanya jawab tersebut bisa didengar di sini

http://www.salafishare.com/27IX0JUAKICD/HHFX3QK.mp3

atau

http://www.islamup.com/view.php?file=ce5b0bb169

(sumber:  http://sahab.net/forums/showthread.php?t=367689)

Semoga Allah membalas kebaikan kepada Asy-Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman hafizhahullah atas andil dan keseriusan beliau yang sangat besar dalam menyampaikan dan menjelaskan al-haq