BATILNYA MANHAJ MUWAZANAH

Oleh / DhQ 20 1437 / Kelompok Sesat, Rudud

Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah,

Tanya : “Apakah kita harus menyebutkan kebaikan-kebaikan orang-orang yang sedang kita tahdzir (peringatkan umat) dari bahaya mereka?”

Jawab : “Jika kamu menyebutkan kebaikan-kebaikannya, maka maknanya kamu mengajak untuk mengikuti mereka. JANGAN! Jangan kamu sebutkan kebaikan-kebaikannya!

Cukup sebutkan kesalahannya saja. Karena bukan tanggung jawabmu untuk membersihkan kondisinya. Yang menjadi tanggung jawabmu adalah menjelaskan kesalahan yang ada pada mereka, supaya mereka bertaubat darinya, dan supaya orang lain waspada dari mereka. Kesalahan mereka itu :
• bisa jadi menghilangkan kebaikan-kebaikan mereka semuanya, jika itu berupa kekufuran atau kesyirikan.
• Atau bisa jadi kesalahan tersebut lebih kuat dibandingkan kebaikan-kebaikannya.
• Atau bisa jadi itu merupakan kebaikan dalam pandanganmu, padahal bukan kebaikan di sisi Allah.”

al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As-ilah al-Manahij al-Jadidah, hal. 33 – 34

للشيخ العلامة صالح الفوزان حفظه الله.

السؤال/ هل يلزمنا ذكر محاسن من نُحذّر منهم؟

الجواب/ إذا ذكرت محاسنهم فمعناه أنت دعوت لاتّباعهم ، لا ، لا تذكر محاسنهم .

اذكر الخطأ الذي هم عليه فقط؛ لأنه ليس موكولاً إليك أن تزكي وضعهم ، أنت موكول إليك بيان الخطأ الذي عندهم من أجل أن يتوبوا منه ، ومن أجل أن يحذره غيرهم ، والخطأ الذي هم عليه ربّما يذهب بحسناتهم كلها إن كان كفراً أو شركاً ، وربما يرجح على حسناتهم ، وربّما تكون حسنات في نظرك ، وليست حسنات عند اللّه .

الأجوبة المفيدة عن أسئلة المناهج الجديدة ( ص : 33-34)