TRAGEDI FIYUSY, BUKTI NYATA MAKAR & KEJAHATAN AL MUGHOFFAL ABDURRAHMAN AL MAR’I YANG MEMBUAT AHLUSSUNNAH MENANGIS

Oleh / Saf 1 1436 / Rudud

Asy-Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah

Mereka para ikhwah dari luar Yaman yang menghadapi dua macam keterasingan, yaitu keterasingan karena istiqamah dan keterasingan karena jauh dari tanah air dan negerinya.

Mereka ada yang dipenjara, bahkan sangat menyedihkan sebagian istri ikhwah dijebloskan ke penjara digabungkan bersama orang-orang yang tidak jelas atau penuh syubhat di dalam penjara.

Maka siapa yang mampu menanggung penderitaan semacam ini wahai hamba-hamba Allah?!

Siapa yang mampu menanggung penderitaan semacam ini wahai hamba-hamba Allah, ketika seorang wanita yang menjaga kehormatannya dijebloskan ke penjara, padahal kukunya pun tidak pernah tersingkap, lalu dia dijebloskan ke penjara?!

Apakah engkau ridha hal itu menimpa istrimu wahai hamba Allah?!
Apakah engkau ridha hal itu menimpa anak perempuanmu wahai hamba Allah?!
Apakah engkau ridha hal itu menimpa saudara perempuanmu dan ibumu wahai hamba Allah?!
Apakah engkau ridha jika kehormatanmu masuk penjara bercampur baur dengan para wanita dan pria yang penuh dengan syubhat?!

Maka demi Allah wahai penduduk Yaman, demi Allah wahai penduduk Aden, wahai penduduk Lahj, jika sampai kita membiarkan hal ini, maka adzab Allah akan turun menimpa kita.

Padahal bukankah kalian tidak ditolong dan tidak mendapatkan rezeki –sebagaimana yang dikatakan oleht Rasulullah shallallahu alaihi was sallam– kecuali dengan sebab orang-orang yang lemah diantara kalian.

Bukankah kalian tidak ditolong dan tidak mendapatkan rezeki kecuali dengan sebab orang-orang yang lemah diantara kalian, wahai hamba-hamba Allah?!

Sungguh beberapa surat kabar telah memberitakan tuduhan penuh kedustaan ini, menelannya mentah-mentah, dan menyebarluaskan bahwa deportasi terhadap orang-orang dari luar Yaman yang tinggal di Fiyusy karena keterkaitan mereka dengan jihad.

Itu merupakan tuduhan dusta yang besar, itu adalah tuduhan dusta yang besar.
Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan dalam Ash-Shahihain dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu:

إِنَّ الصِّدْقَ لَيَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ وَلَا يَزَالُ الْمَرْءُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ وَلَا يَزَالُ الْمَرْءُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا.

Sesungguhnya kejujuran membimbing kepada kebaikan dan kebaikan membimbing kepada surga, dan senantiasa seseorang berbuat jujur dan berusaha berbuat jujur hingga dia tercatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur, dan sesungguhnya kedustaan menyeret kepada perbuatan dosa dan dosa menyeret ke neraka, dan seseorang senantiasa berbuat dusta dan berusaha berbuat dusta hingga dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.
(Lihat: Shahih Al-Bukhary no. 6094 dan Muslim no. 2607 –pent

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِيْنًا.

Dan orang-orang yang menyakiti pria dan wanita yang beriman tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kedustaan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzaab: 58)

Engkau menuduh Ahlus Sunnah bahwa mereka adalah para penyeru tindakan provokasi dan penyeru jihad (bersama orang-orang Al-Qaidah –pent) serta suka mengobarkan fitnah dan suka melakukan tindakan-tindakan kekacauan. Kapan hal-hal semacam ini ada pada Ahlus Sunnah?!

Itu hakekatnya hanyalah tuduhan penuh makar dan ingin melampiaskan kemarahan, karena mereka tidak mau menjalankan dan tunduk kepada perintah-perintahnya.

Mereka ingin agar markaz-markaz dakwah berubah menjadi barak-barak tentara.
Jadi kalau ada perintah segera laksanakan terlebih dahulu, baru setelah itu tanyakan jika tidak merasa puas!
Mereka ingin agar para penuntut ilmu mengangguk-anggukkan kepala dan agar mereka berubah menjadi seperti orang-orang Shufi. Seakan-akan dikatakan kepada mereka: “Jadilah engkau di hadapan syaikhmu seperti mayat di hadapan orang yang memandikannya!

Maka orang-orang yang mulia dari para penuntut ilmu tidak mau untuk menurut dan tunduk begitu saja, dan mereka mengatakan: “Rabb kami adalah Allah.”
Dan mereka tidak mau mengikuti perintahnya.

Maka apa akibat dari sikap mereka itu?! Mereka ditimpa makar, tuduhan tanpa bukti, kedustaan, dan kejahatan.
Namun tali kedustaan itu tidaklah panjang, tidak lama hari-hari berlalu kecuali akan segera tersingkap…

Khutbah Jum’at 28 Muharrram 1436 H / 21 Nov 2014 M
di Masjid al-Anshar
Aden Yaman.

simak audionya berikut ini:

unduh

WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia