Silsilah Nasehat Al-Wushabi (3): NASEHAT MALAM ‘ASYURA

Oleh / Saf 17 1430 / Nasehat

Silsilah Nasehat Al-Wushabi (3) :

NASEHAT MALAM ‘ASYURA

Esok harinya, kembali beliau menyampaikan nasehatnya kepada segenap salafiyyîn di Yaman.

Muhâdharah berjudul :

نصيحة ليلة عاشوراء

pdf_iconNasht Malam Asyura malam Jumat 9 01 1429

wmp-icon Nasht Malam Asyura malam Jumat 9 01 14292

Dalam kesempatan kali ini, beliau membacakan dan menjelaskan hasil ijtimâ’ kibâr masyâikh di Al-Hudaidah 5 Muharram 1429 H. Tidak ketinggalan pula, beliau juga membacakan sambutan positif Asy-Syaikh ‘Abdurrahmân Al-‘Adani terhadap hasil ijtimâ’ Al-Hudaidah tersebut.

Asy-Syaikh Al-Wushâbi menjelaskan, bahwa tujuan dari ijtimâ’ tersebut tidak lain adalah menyatukan barisan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Pada kesempatan kali ini juga, kembali beliau mengingatkan salafiyyin dengan hadits Nabi r :

يا معشر من قد أسلم بلسانه ولم يفض الإيمان إلى قلبه لا تؤذوا المسلمين، ولا تعيرواهم، ولا تتبعوا عوراتهم، فإنه من تتبع عورة أخيه المسلم تتبع الله عورته، ومن تتبع الله عورته يفضحه ولو في جوف رحله

“Wahai segenap orang-orang yang berislam dengan ucapan lisannya namun keimanannya tidak menyentuh qalbunya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian mencela mereka, dan janganlah kalian mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya muslim, maka pasti Allah akan terus mengikuti aibnya. Barangsiapa yang diikuti oleh Allah segala aibnya, maka pasti Allah akan membongkarnya walaupun dia (bersembunyi) di tengah rumahnya.” [HR. At-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani].

Kemudian beliau men-syarh (menjelaskan) panjang lebar hadits tersebut.

Beliau juga menekankan kewajiban menjaga lisan dan menjaga kehormatan sesama muslim.

Berbagai upaya nasehat dan ijtimâ’ telah dilakukan oleh para kibâr masyâikh Yaman dalam rangka memadamkan fitnah di Yaman, namun itu semua tidak digubris oleh Asy-Syaikh Yahya dan para pengikutnya.