BAGAIMANA BERSIKAP TERHADAP SEORANG PENDUSTA?

Oleh / Saf 20 1438 / Tanya Jawab

asy-Syaikh al-‘Allamah al-Muhaddits DR. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

Tanya :
“Apakah kaidah terbaik dalam bersikap terhadap seorang pendusta?”

Jawab :
“Jangan kalian menerima persaksian seorang pendusta, jangan menerima hadits darinya, jangan pula menerima ilmu darinya, bahkan jangan menerima apapun darinya. Inilah sikap terhadapnya.
Nasehatilah dia hendaknya bertaqwa kepada Allah — ‘Azza wa Jalla — dari kedustaan. Sebutkan kepadanya hadits-hadits dan ayat-ayat tentang kejelekan dusta. Bahwa dusta salah satu tanda-tanda kemunafikan.”

سئل الشيخ العلامة الدكتور المحدث ربيع بن هادي المدخلي – حفظه الله تعالى – :

ما هي القاعدةُ الْمُثْلَى في التعاملِ مع الكذاب ؟

فأجاب – حفظه الله – بقوله :

” الْكَذَّابُ لَا تَقْبَلُوا شَهَادَتَهُ ، وَ لَا تَقْبَلُوا مِنْهُ حَدِيثًا ، وَ لَا عِلْمًا وَ لَا شيء ، هذا التعاملُ معه .

و انْصَحُوهُ أَنْ يَتَّقِ اللهَ – عز وجل – مِنَ الْكَذِبِ ، وَ سُوقُوا له الأحاديث و الآيات في الكذب ، و أنَّ الكذبَ من علامات النفاق ” .

الفتوى صوتيا :


https://app.box.com/shared/04eficj6u8